Beranda blog

Diduga Pengedar Sabu, Warga Pancoran Dicokok Polisi

IMG-20250408-WA0090

BONDOWOSO, Lagi-lagi Jajaran satuan reserse narkoba (Sat Reskoba) Polres Bondowoso mencokok Zainullah Bin Senol (30). Pasalnya ia diduga sebagai pengedar serbuk kristal atau sabu.

Zainullah warga dusun Widoro, Desa Pancoran, Bondowoso, Jawa Timur ini bertekuk lutut saat dicokok petugas, betapa tidak ia ketahuan menyembunyikan sabu didalam saku depan celananya.

Iptu Hadi Sukisman,Kasat Resnarkoba Polres Bondowoso mengatakan, Senol diamankan di jalan dusun Widoro, Desa Pancoran, Kecamatan kota Bondowoso,Rabu (3/7/2019) sekira pukul 23.00 WIB.

Penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang menyampaikann adanya pelaku peredaran narkoba jenis sabu. Dengan ciri-ciri sesuai dengan tampilan fisik pelaku.

Setelah dilakukan penyelidikan dan dilakukan penggeledahan,ditemukan pada saku celana depan bungkusan plastik kecil yang berisi sabu.

“Dari Zainullah berhasil diamankan beberapa barang bukti, yaitu satu paket sabu yang dibungkus klip plastik disolasi. Serta uang tunai Rp 350 ribu dan satu HP,” kata Iptu Hadi, Kamis (4/7/2019).

Diterangkan bahwa berdasarkan barang bukti yang bersangkutan diduga melanggar Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) UU.RI No. 35 Tahun 2009, Tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman minimal 6 tahun, maksimal 20 tahun,” katanya.

Sementara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, serta penyidikan Zainullah diamankan di Mako Polres Bondowoso, setelah nanti berkas lengkap atau P21 akan segera diserahkan ke Kejaksaan.

1744129950993

Diterjang Hujan Lebat, Dapur Rumah Warga Besuki Situbondo Ambruk

IMG-20250408-WA0090

Situbondo – Hujan lebat yang disertai hembusan angin kencang di Kecamatan Besuki telah memporak porandakan dapur rumah warga yang bernama Samawi (55). Rumah Sanawi yang berlokasi di Rt 03, Rw 01, Dusun Mandar, Desa Belimbing, Besuki, Situbondo, Jawa Timur tepat pukul 03.00 dini hari, Jumat, (8/3).


Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media online ini di lapangan menyebutkan bahwa, panjang rumah 5 meter dan lebar 6 meter yang berpenghuni 5 jiwa tersebut hancur pada bagian dapurnya.
“Untung saja kelima penghuni rumah itu selamat meski dalam keadaan tertidur lelap,” ujar Sonata, anggota tim Paskalis BPBD Situbondo, Jumat, (8/3).


Sonata menambahkan bahwa kerugian yang dialami korban yakni diperkirakan sekitar Rp 15 juta. (ans)

1744129950993

Belum lama Selesa Dinding Penahan Jembatan Alasbuluh di Jalur Pantura Banyuwangi Ambrol

IMG-20250408-WA0090

l

Banyuwangi – Padahal belum begitu lama selesai dinding penahan jembatan yang berada di jalur Pantura, tepatnya di Desa Alasbuluh Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, ambrol pada Minggu (11/1/2026).

Kapolsek Wongsorejo, AKP Eko Darmawan mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait telah melakukan pengecekan secara langsung ke lokasi serta mengidentifikasi kerusakan.

“Dari hasil pengecekan, bagian yang ambrol itu adalah dinding penahan jembatan,” kata Eko kepada wartawan.

Selain memastikan kondisi jembatan, petugas juga melakukan pengaturan arus lalu lintas serta memasang barier dan rambu peringatan sebagai informasi kepada pengguna jalan.

“Kami juga menempatkan anggota untuk membantu melakukan pengaturan arus lalu lintas serta mengimbau pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintasi jembatan,” ujarnya.

Kapolsek Wongsorejo berujar, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Jatim dan Dinas Pekerjaan Umum Jatim terkait perbaikan jembatan yang menghubungkan Kabupaten Banyuwangi dan Situbondo tersebut.

“Sudah kami koordinasikan pihak terkait untuk perbaikan dinding tanah penahan jembatan yang ambrol, sekaligus mendatangkan material yang dibutuhkan. Proses perbaikan diharapkan rampung secepatnya,” terang Eko. (mam)

1744129950993

Adu Jangkrik Antara Mobil pick up dengan Truk di Jalan Raya Banyuwangi – Situbondo, Dua Orang Sempat Terjepit 

IMG-20250408-WA0090

Banyuwangi  –  Kecelakaan terjadi melibatkan mobil pick up dan truk terjadi di Jalan Banyuwangi-Situbondo, masuk Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Sabtu (10/1/2026) dini hari.

Insiden tersebut mengakibatkan lima orang mengalami luka-luka, dua diantaranya sempat terjepit di dalam kendaraan. Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke rumah sakit.

“Sekira pukul 04.05 WIB, kami memperoleh informasi dari anggota Lantas Polresta Banyuwangi terkait adanya dua korban kecelakaan yang terjepit dan membutuhkan bantuan evakuasi,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa.

Lokasi kejadian berjarak sekitar dua kilometer dari Kantor Kansar Banyuwangi. Setibanya di tempat kejadian, petugas langsung mengevakuasi para korban.

“Alhamdulillah, pada pukul 05.00 WIB seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat meskipun mengalami luka-luka. Seluruhnya dibawa ke RS Yasmin Banyuwangi,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari kepolisian menyebut, kecelakaan bermula saat mobil pick up Mitsubishi L-300 dikemudikan MH dengan membawa empat penumpang itu melaju dari arah selatan ke utara diduga oleng akibat sopir mengantuk.

Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju truk Mitsubishi yang dikendarai AL (43). Sopir sempat melakukan pengereman, namun karena jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tak terhindarkan.

“Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi untuk menyelidiki lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut,” Terang Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, Ipda Andi Restu. (mam)

1744129950993

Diduga Kelebihan Muatan, Truk Bermuatan Okky jelly drink Dan Minyak Goreng Terguling di Jalan Raya Banyuwangi-Situbondo

IMG-20250408-WA0090

Banyuwangi  –  Sebuah truk bermuatan minuman Okky jelly drink Dan minyak goreng  terguling di Jalan Raya Banyuwangi – Situbondo, Kamis  (8/1/2026)  malam.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden kecelakaan tunggal tersebut. Hanya saja, muatan truk tumpah dan berserakan di jalan raya.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, Ipda Andi Restu mengatakan, insiden truk muatan minyak terguling terjadi sekira pukul 22.30 WIB.

“Lokasi kecelakaan berada tepat di depan kantor bongkar muat PT PBM Dharma Lautan Nusantara, masuk dusun selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro,” kata Andi, Jumat (9/1/2025).

Berdasarkan informasi yang diperoleh kepolisian, truk Nissan bernopol L-8XX9-KK bermuatan minyak tersebut melaju dari arah utara menuju selatan.

Truk yang dikemudikan oleh Susanto (38), warga Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat itu sempat berhenti karena kontur jalan yang menikung miring di lokasi kejadian.

“Saat berhenti tersebut, truk tiba-tiba terguling ke kiri diduga karena kelebihan muatan. Sehingga ribuan karton berisi minyak goreng dan minuman Okky jelly drink tumpah berserakan di jalan,” ungkap Andi.

Selain muatan tumpah, truk yang terguling mengalami kerusakan dan kaca depan pecah. Beruntung tidak sampai menimbulkan korban jiwa dalam insiden ini.

“Truk beserta muatannya sudah dievakuasi pasca kejadian. Saat ini kami masih melanjutkan pemeriksaan saksi-saksi untuk tahap penyelidikan lebih lanjut,” terang Andi. (mam)

1744129950993

Revisi Perda Pajak Disahkan, Bondowoso Bidik Peningkatan PAD dari Semua Sektor

IMG-20250408-WA0090

Bondowoso – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso terus mengoptimalkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Kebijakan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Bupati Bondowoso, KH Abdul Hamid Wahid, mengatakan perubahan regulasi tersebut merupakan langkah adaptif pemerintah daerah dalam menyesuaikan kebijakan fiskal dengan kebutuhan riil pembangunan daerah.
“Kebijakan ini menjadi upaya penyesuaian fiskal daerah agar sejalan dengan kebutuhan pembangunan serta memberikan kepastian hukum dalam pemungutan pajak dan retribusi daerah,” ujar Bupati saat menyampaikan tanggapan dalam Rapat Paripurna DPRD Bondowoso di Graha Paripurna, Rabu (7/1/2026).

Menurutnya, perubahan Perda diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pemungutan pajak dan retribusi secara adil, proporsional, dan berkelanjutan. Selain itu, regulasi ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian fiskal daerah guna mendukung pembiayaan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.
“Perumusan kebijakan pajak dan retribusi dilakukan secara hati-hati, transparan, dan akuntabel agar tidak menjadi beban berlebihan bagi masyarakat dan dunia usaha, namun tetap memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Bondowoso,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan bahwa Pemkab Bondowoso menargetkan peningkatan PAD dari seluruh sektor, baik pajak maupun retribusi daerah.

“Pajak variannya banyak, retribusi juga demikian. Tidak hanya di Badan Pendapatan Daerah, tetapi juga di sejumlah perangkat daerah lain. Semua sektor yang berpotensi akan kita dorong,” ujarnya usai rapat paripurna.
Ia menjelaskan, optimalisasi PAD tidak hanya bertumpu pada satu jenis penerimaan, melainkan dilakukan secara menyeluruh. Khusus retribusi, setiap perangkat daerah akan dimaksimalkan sesuai dengan kewenangannya, termasuk sektor pertanian dan pemanfaatan aset daerah yang selama ini belum tergarap optimal.

Namun demikian, Fathur Rozi menekankan bahwa secara konsep, peningkatan PAD yang ideal lebih banyak bersumber dari sektor pajak daerah.

“Kalau bicara ideal, peningkatan paling bagus itu dari pajak daerah, tapi bukan dari PBB-P2. Masih banyak jenis pajak lain yang bisa kita dorong,” tegasnya.

Beberapa sektor pajak yang menjadi fokus antara lain Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) seperti restoran makanan dan minuman, hotel, hiburan, reklame, serta sektor jasa lainnya.

Sebagai bagian dari reformasi tata kelola keuangan daerah, Pemkab Bondowoso juga akan menerapkan sistem elektronifikasi dalam pemungutan pajak dan retribusi guna meningkatkan transparansi dan menekan potensi kebocoran.

“Kita dorong penggunaan sistem elektronik agar tidak lagi ada pencatatan manual. Semangatnya adalah akuntabilitas dan peningkatan realisasi,” katanya.

Ia menegaskan bahwa peningkatan PAD tidak semata-mata soal menaikkan target, melainkan mengoptimalkan realisasi melalui peningkatan kepatuhan wajib pajak dan wajib retribusi.
“Yang kita kejar bukan hanya jumlah target, tetapi realisasi di lapangan,” ujarnya.

Terkait kekhawatiran masyarakat, Fathur Rozi memastikan kebijakan peningkatan PAD tetap memperhatikan aspek keadilan dan tidak membebani warga. Ia menegaskan Pemkab Bondowoso tidak menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sejak 2017.

“Yang berpotensi membebani masyarakat itu PBB-P2, dan itu tidak kita naikkan. Yang kita dorong adalah kepatuhan, terutama bagi yang selama ini belum tertib,” tegasnya.

Selain itu, sektor pertambangan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Pelaku usaha tambang yang belum berizin akan didorong untuk mematuhi regulasi yang berlaku.
“Tambang menjadi atensi kami. Yang belum berizin harus segera ditertibkan,” tandasnya.
Bapenda Paparkan Penambahan Potensi dan Penyesuaian Tarif PAD

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bondowoso, Slamet Yantoko, menjelaskan bahwa dalam Raperda Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 terdapat sejumlah penambahan potensi PAD baru, khususnya dari sektor peternakan, serta penyesuaian tarif retribusi dan pemanfaatan aset daerah.
“Tahun ini ada beberapa penambahan potensi PAD, salah satunya dari sektor peternakan. Selain itu juga terdapat perubahan dan penyesuaian tarif,” ujarnya.

Ia menegaskan, salah satu poin penting dalam perubahan regulasi tersebut adalah penghapusan seluruh pungutan retribusi yang bersifat administratif. Retribusi daerah hanya dikenakan untuk layanan yang bersifat pelayanan murni.

“Biaya retribusi yang sifatnya administratif semuanya dihapus. Contohnya penerbitan sertifikat NKV di bidang peternakan, yang sebelumnya berbayar kini dihapus sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri,” jelasnya.
Selain itu, Raperda juga mengatur pemisahan yang tegas antara retribusi jasa usaha dan retribusi pemanfaatan aset daerah, termasuk pada penggunaan ambulans milik pemerintah daerah.

“Jika ambulans digunakan tanpa pelayanan medis, itu masuk retribusi pemanfaatan aset. Namun, jika ada pelayanan medis di dalamnya, baru masuk retribusi jasa usaha,” terangnya.
Terkait penyesuaian tarif, Slamet menyebutkan air bawah tanah menjadi salah satu objek yang disesuaikan, dari sebelumnya tarif minimal Rp450 menjadi Rp2.000, mengikuti ketentuan peraturan gubernur.

Di sektor peternakan, muncul potensi PAD baru dari layanan inseminasi buatan (IB) sebesar Rp3.000 per suntikan.

“Ini bukan kenaikan tarif, tetapi potensi baru. Sementara biaya pembelian bibit, transportasi, dan nitrogen cair tetap menjadi beban mandiri masyarakat,” katanya.

Penyesuaian tarif juga diterapkan pada sewa aset pertanian. Lahan pertanian milik daerah yang sebelumnya disewakan sekitar Rp7 juta per tahun kini disesuaikan menjadi Rp10 juta hingga Rp13 juta per tahun, tergantung potensi aset.

Selain optimalisasi regulasi, Bapenda Bondowoso terus memperluas penerapan elektronifikasi dan digitalisasi dalam pemungutan pajak dan retribusi.
“Retribusi pasar sudah berbasis elektronik, e-parking juga sudah berjalan. Untuk pajak daerah, termasuk PBB, hampir seluruhnya sudah menggunakan transaksi digital,” ungkapnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan pembayaran non-tunai demi keamanan dan transparansi.
“Hampir semua sektor kita dorong berbasis elektronik. Ini bagian dari upaya meningkatkan PAD secara akuntabel dan berkelanjutan,” pungkas Slamet Yantoko.

1744129950993

Disdik Bondowoso Gelar “Pagi Ceria” Awali Semester Genap 2025–2026

IMG-20250408-WA0090

Bondowoso – Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso menggelar kegiatan Pagi Ceria secara serentak di seluruh satuan pendidikan pada awal semester genap tahun pelajaran 2025–2026, Senin (5/1/2026).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 2 Tahun 2026 tentang pelaksanaan Pagi Ceria dan upacara bendera pada hari pertama semester genap.

“Seluruh satuan pendidikan, baik jenjang SD maupun SMP di Kabupaten Bondowoso, melaksanakan kegiatan Pagi Ceria secara bersama-sama mulai pukul 07.00 WIB,” ujar Taufan.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan senam Anak Indonesia Hebat, dilanjutkan dengan upacara bendera, doa bersama, serta menyanyikan lagu Hari Baru.

Setelah itu, para siswa masuk ke kelas masing-masing untuk mengikuti kegiatan refleksi diri yang dipimpin oleh wali kelas.

Menurut Taufan, refleksi diri menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Melalui refleksi, siswa diajak untuk memikirkan dan menyampaikan harapan serta target yang ingin dicapai selama semester genap ini.

“Kegiatan refleksi diri bertujuan menumbuhkan kesadaran dan motivasi belajar siswa sejak awal semester, agar mereka memiliki tujuan yang jelas dan semangat baru dalam mengikuti proses pembelajaran,” katanya.

Dinas Pendidikan Bondowoso berharap melalui kegiatan Pagi Ceria ini, suasana awal semester dapat berlangsung lebih positif, menyenangkan, dan membangun karakter peserta didik sesuai dengan semangat Merdeka Belajar.

1744129950993

Muhasabah Akhir Tahun, Bupati Bondowoso Paparkan Capaian Pembangunan dan Optimisme Sambut 2026

IMG-20250408-WA0090

Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar Muhasabah Akhir Tahun 2025 dalam suasana khidmat dan penuh keberkahan sebagai refleksi bersama menyambut Tahun Baru 2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi kinerja pemerintahan sekaligus ajakan memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Bondowoso yang lebih maju.

Bupati Bondowoso KH.Abdul Hamid Wahid menyampaikan rasa syukur ke hadirat Allah SWT serta apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat, Forkopimda, perangkat daerah, instansi, lembaga, dan seluruh pemangku kepentingan yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah selama hampir satu tahun terakhir.

Bupati menyampaikan bahwa sejak dilantik bersama Wakil Bupati pada 20 Februari 2025, Pemerintah Kabupaten Bondowoso langsung melakukan percepatan pembangunan sejalan dengan visi pembangunan daerah 2025–2030, yakni “Mewujudkan Bondowoso Tangguh, Unggul, Berdaya Saing Global, dan Berbudaya dalam Bingkai Keimanan dan Ketakwaan.”

“Fokus kami adalah memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, pembangunan infrastruktur, pendidikan, serta layanan publik yang inklusif, sekaligus mendorong ekonomi lokal melalui sektor pertanian, industri kreatif, dan pariwisata berbasis kearifan lokal,” ujarnya.

Dalam upaya percepatan pembangunan, Pemkab Bondowoso merumuskan 50 Program Unggulan. Hingga akhir 2025, lebih dari 30 program telah terealisasi. Di antaranya Program RANTAS (Infrastruktur Jalan Tuntas) di lebih dari 200 titik, Bondowoso Menyala, pupuk gratis bagi 4.366 petani tembakau, serta ASTANI (Asuransi Tani) yang menjangkau 592 petani dengan luas lahan 245 hektare.

Selain itu, terdapat Program 1 Desa 1 Klinik Pertanian, DIGISATA (Digitalisasi Situs Pariwisata), BIROKRASI Merdeka, serta Program Permata (Perempuan Mandiri Tangguh) untuk peningkatan kapasitas dan keterampilan perempuan.

Di bidang pelayanan dasar, pemerintah memastikan akses Jaminan Kesehatan Gratis melalui program UHC, pemberian Beasiswa Bondowoso Unggul kepada 291 mahasiswa, pengoperasian Mall Pelayanan Publik melalui program SATU PADU, serta layanan kesehatan ternak gratis bagi 600 ekor sapi.

Sejumlah bantuan sosial dan keagamaan juga telah disalurkan, antara lain BISARAH untuk hafidz Al-Qur’an, BPJS Ketenagakerjaan gratis bagi 23.000 buruh tani, bantuan guru ngaji, buruh pabrik, bantuan alat pertanian (BELATI), listrik gratis bagi sekitar 3.000 kepala keluarga, rehabilitasi rumah tidak layak huni, BOSDA Madin selama 12 bulan, serta layanan isbat nikah gratis melalui program BUPATI MANTU.

Pemkab juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi untuk optimalisasi inovasi dan penguatan tridharma.

Bupati menegaskan bahwa berbagai program tersebut turut mendorong raihan lebih dari 75 penghargaan di tingkat regional maupun nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Bondowoso pada Triwulan III 2025 mencapai 6,46 persen, tertinggi se-Tapal Kuda dan peringkat kedua di Jawa Timur.

Angka kemiskinan turun menjadi 12,20 persen, Tingkat Pengangguran Terbuka menurun dari 3,63 persen menjadi 2,55 persen, prevalensi stunting turun dari 17 persen menjadi 11,2 persen, serta angka dispensasi kawin anak turun 48 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Capaian ini patut disyukuri, namun tidak boleh membuat kita terlena. Kami akan terus berpacu mengejar ketertinggalan dengan tetap mengedepankan kolaborasi dan partisipasi masyarakat,” tegasnya.

Di tengah keterbatasan akibat kebijakan efisiensi anggaran nasional, Bupati optimistis Bondowoso dapat terus bergerak maju dengan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Melalui slogan Berkah, Berkualitas, Akseleratif, dan Holistik, ia mengajak masyarakat untuk bermuhasabah, memperkuat semangat, dan bersama-sama membangun Bondowoso.

Kegiatan muhasabah ditutup dengan doa bersama dan ucapan selamat menyambut Tahun Baru 2026, dengan harapan Bondowoso senantiasa diberkahi, sehat, dan semakin berkemajuan.

1744129950993

Staf Ahli Jadi Jabatan Favorit dalam Seleksi JPTP Bondowoso, 25 Peserta Mendaftar

IMG-20250408-WA0090

Bondowoso – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, mengungkapkan bahwa jabatan staf ahli menjadi salah satu formasi paling diminati dalam seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemkab Bondowoso.

Menurut Fathur Rozi, sebanyak 25 orang peserta mendaftar untuk formasi staf ahli. Dari jumlah tersebut, nantinya akan ditetapkan tiga besar terbaik sesuai hasil penilaian panitia seleksi.

“Untuk penetapan tiga besar, tidak ada bocoran apa pun. Secara umum, teman-teman yang mengikuti seleksi ini nilainya rata-rata baik, bahkan ada yang sangat baik,” ujar Fathur Rozi, Selasa (30/12/2025).

Ia menegaskan, seluruh proses seleksi dilakukan secara objektif dan profesional. Dari total 11 formasi jabatan JPTP yang dibuka, Sekda optimistis semuanya akan terisi.

“Insyaallah, 11 formasi jabatan ini akan terisi semua dan kita betul-betul objektif dalam melakukan penilaian,” tegasnya.

Fathur Rozi juga menyebutkan, salah satu formasi yang cukup diminati adalah jabatan Sekretaris DPRD Kabupaten Bondowoso. Formasi tersebut diikuti oleh 17 peserta. Selain itu, beberapa formasi lain juga diminati dengan jumlah pendaftar bervariasi.

“Pada prinsipnya, silakan bagi teman-teman yang memenuhi syarat dan memiliki passion sesuai dengan kompetensi dan kualifikasinya untuk mengikuti seleksi ini,” katanya.

Lebih lanjut, Fathur Rozi menjelaskan bahwa jabatan staf ahli kerap dipersepsikan sebagai zona nyaman. Namun menurutnya, anggapan tersebut kurang tepat karena staf ahli justru memegang peran yang sangat strategis.

“Staf ahli itu jabatan yang sangat strategis karena membantu bupati dengan memberikan analisa, kajian, dan masukan berdasarkan kondisi masyarakat serta isu-isu strategis yang berkembang,” jelasnya.

Ia menambahkan, strategis atau tidaknya sebuah jabatan tidak ditentukan oleh besar kecilnya anggaran, melainkan oleh sejauh mana peran jabatan tersebut dalam pembangunan daerah.

“Kalau masukannya objektif dan valid, itu akan digunakan oleh Bupati dalam mengambil keputusan-keputusan strategis. Jadi sebenarnya jabatan staf ahli ini sangat strategis dalam membangun Kabupaten Bondowoso,” pungkasnya.

1744129950993

Kemiskinan di Bondowoso Masih 12,2 Persen, Sekda Tekankan Strategi Terpadu Tahun 2026

IMG-20250408-WA0090

Bondowoso – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, menyatakan angka kemiskinan di Bondowoso masih tergolong cukup tinggi, yakni sebesar 12,2 persen pada tahun 2025.

Jika dibulatkan, jumlah tersebut setara dengan sekitar 90.000 jiwa yang masuk dalam kategori miskin, khususnya pada desil 1 hingga desil 5.
Menurut Fathur Rozi, kondisi tersebut menuntut adanya langkah-langkah strategis dan terukur untuk menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan.

Ia menegaskan, pengentasan kemiskinan menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Bondowoso pada tahun 2026.
“Angka kemiskinan kita masih 12,2 persen atau kurang lebih sekitar 90.000 jiwa. Ini tentu membutuhkan langkah-langkah strategis melalui berbagai program yang jelas dan terarah,” ujar Fathur Rozi.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah merumuskan tiga strategi utama dalam upaya pengentasan kemiskinan. Strategi pertama adalah pengurangan beban pengeluaran masyarakat, yang diwujudkan melalui pemberian bantuan sosial, jaminan sosial, serta perlindungan sosial lainnya.

Strategi kedua adalah peningkatan pendapatan masyarakat, melalui berbagai kegiatan pemberdayaan ekonomi, peningkatan keterampilan, serta dukungan terhadap usaha masyarakat. Sementara strategi ketiga adalah penurunan kantong-kantong kemiskinan, yang dilakukan melalui pembangunan infrastruktur pendukung seperti konektivitas jaringan, pembangunan jembatan, dan sarana dasar lainnya.

“Dari tiga strategi itu, kemudian kita petakan perangkat daerah mana berbuat apa, dengan langkah dan strategi yang jelas. Ini sesuai arahan Bupati, bahwa pada tahun 2026 angka kemiskinan wajib diturunkan,” tegasnya.
Fathur Rozi juga mengungkapkan, meski penurunan angka kemiskinan dari 12,60 persen pada tahun sebelumnya menjadi 12,20 persen pada tahun 2025 telah menunjukkan tren positif, namun penurunannya masih belum signifikan.

“Memang ada penurunan, tapi belum terlalu besar. Salah satu penyebab utamanya adalah pengurangan anggaran, yang berdampak langsung pada tiga strategi tadi, baik pengurangan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan, maupun penurunan kantong-kantong kemiskinan,” jelasnya.

Meski demikian, Pemkab Bondowoso tetap optimistis melalui sinergi lintas perangkat daerah dan perencanaan yang lebih terarah, upaya pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

1744129950993

Pernak-Pernik Jelang Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu , Seragam KORPRI ASN Pemkab Bondowoso Raib

IMG-20250408-WA0090

Bondowoso – Menjelang upacara penyerahan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, sebuah peristiwa unik dialami salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

ASN berinisial TY mengaku kebingungan ketika mendapati seragam KORPRI miliknya tidak berada di tempat jemuran.

Padahal, seragam tersebut telah dipersiapkan khusus untuk upacara penyerahan SK PPPK Paruh Waktu.

“Sabtu itu saya cuci dan jemur karena Senin akan saya gunakan untuk upacara penyerahan SK PPPK Paruh Waktu. Tapi saat hendak diambil, seragam KORPRI yang dijemur sudah tidak ada, tinggal hangernya saja,” ujar TY sambil tertawa, Selasa (30/12/2025).

Menurutnya tidak ada satu benda lainpun yang hilang selain seragam KORPRI.

Ia menjelaskan, seragam KORPRI tersebut masih tergolong baru dan dibeli dengan harga sekitar Rp365 ribu. Karena tidak ditemukan, TY terpaksa mencari alternatif lain dengan membongkar tumpukan pakaian lama.

“Ya akhirnya saya pakai seragam lama yang sudah lama tidak saya gunakan,” tuturnya.

Meski sempat membuat panik, peristiwa tersebut disikapi TY dengan santai dan menjadi cerita ringan di tengah kesibukan ASN menjelang momen penting penyerahan SK PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Bondowoso.

1744129950993

Pemkab Bondowoso Perkuat Layanan Darurat, Sepuluh Puskesmas Terima Ambulans Baru

IMG-20250408-WA0090

Bondowoso – Upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Kali ini, Pemkab menyalurkan 10 unit ambulans baru ke sejumlah puskesmas guna mempercepat penanganan pasien, khususnya dalam kondisi kegawatdaruratan.

Penyerahan armada kesehatan tersebut berlangsung di Pendopo Ki Ronggo Bagus Asra, Senin (29/12/2025).

Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid, secara langsung menyerahkan simbolis kunci ambulans kepada perwakilan tenaga kesehatan puskesmas penerima.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr. Arief Sudibyo, menjelaskan bahwa pengadaan ambulans ini menjadi solusi atas keterbatasan armada yang selama ini kerap memengaruhi kecepatan layanan.

“Dengan tambahan ini, puskesmas tidak lagi bergantung pada satu kendaraan. Ketika satu unit digunakan untuk rujukan pasien, unit lainnya tetap siap melayani kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, ambulans yang disalurkan juga menggantikan kendaraan operasional lama yang dinilai sudah kurang optimal dan rawan mengalami gangguan teknis.

“Peremajaan armada sangat penting agar pelayanan kesehatan berjalan lancar dan aman, terutama pada situasi darurat yang membutuhkan respons cepat,” ujarnya.

Seluruh ambulans dilengkapi fasilitas medis standar dan akan difungsikan sebagai kendaraan rujukan pasien serta mendukung pelayanan kesehatan keliling di wilayah kerja masing-masing puskesmas.

Sepuluh puskesmas yang menerima bantuan ambulans tersebut yakni Puskesmas Tapen, Kademangan, Sukosari, Nangkaan, Pakem, Binakal, Pujer, Grujugan, Taman Krocok, dan Tlogosari.
Pengadaan ambulans dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Dana Alokasi Umum (DAU), serta DAU Kesehatan.

Melalui penambahan armada ini, Pemkab Bondowoso menargetkan layanan kesehatan semakin sigap, merata, dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil saat dibutuhkan.

1744129950993
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts

error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih